Langsung ke konten utama

Sukhoi dan Tekad Kebangkitan Rusia

Membangun industri dirgantara sama sekali bukan perkara mudah, bahkan bagi negara yang pernah memiliki basis industri pesawat udara yang sangat besar seperti Rusia. Kiprah legendaris pesawat-pesawat tempur buatan Rusia terbukti tidak menjamin negara itu akan sukses saat membuat dan memasarkan pesawat penumpang komersial.

Itulah yang terjadi di Rusia pada era 1990-an. Di tengah keruntuhan infrastruktur industri dirgantara di Rusia setelah pembubaran Uni Soviet, beberapa pemain utama industri tersebut berusaha bertahan.

Pabrikan-pabrikan pesawat Rusia, seperti Tupolev dan Ilyushin, mencoba mengembangkan pesawat baru yang mengadaptasi berbagai desain dan teknologi Barat. Pesawat Tupolev Tu-204, misalnya, dirancang untuk menandingi Boeing 757. Adapun Ilyushin Il-96 berambisi menjadi pesaing Boeing 777 dan Airbus 330.

Namun, pesawat-pesawat itu tidak pernah laku di luar para pelanggan tradisional Rusia sejak era Uni Soviet, seperti Kuba, Korea Utara, Iran, dan beberapa negara Afrika. Menurut artikel Andrew E Kramer di The New York Times, hanya sekitar selusin Il-96 yang terjual, salah satunya menjadi pesawat kepresidenan Fidel Castro dari Kuba.

Produsen pesawat di Rusia akhirnya mengakui bahwa terlalu berat bersaing dengan Airbus dan Boeing. Namun, Rusia tak mau menyerah begitu saja. Para pelaku industri memutuskan banting setir, mengincar pasar dengan pesaing lebih kecil, seperti Bombardier dari Kanada dan Embraer dari Brasil. Mereka juga membuat kerja sama produksi dengan perusahaan-perusahaan Barat untuk mengisi celah ketinggalan teknologi dan membantu menembus pasar global.

Di sinilah Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) lahir. Diproduksi oleh pabrikan Sukhoi, yang terkenal sebagai pembuat jet tempur legendaris, SSJ100 diharapkan akan menjadi awal kebangkitan industri dirgantara Rusia. Dengan kapasitas 75-95 tempat duduk dan jarak jelajah 3.000-4.500 kilometer, pesawat ini berada di kelas yang sama dengan Embraer E-170 dan Bombardier CRJ-700.

Sukhoi pun menggandeng beberapa perusahaan dirgantara Barat, seperti Alenia Aeronautica dari Italia, Thales dan Snecma dari Perancis, dan Liebherr dari Swiss untuk mengembangkan pesawat penumpang yang lebih cocok dengan ”selera” Barat. Boeing dari Amerika Serikat pun digandeng sebagai konsultan.

Dengan sistem kontrol elektronik fly-by-wire dan mesin turbofan baru, Kramer mencatat, SSJ100 sudah tak terasa seperti pesawat-pesawat penumpang era Uni Soviet. SSJ100 pun menawarkan kelebihan dengan memasang harga lebih rendah daripada pesaingnya, yakni sekitar 31,7-35 juta dollar AS per unit.

Namun, dengan segala kelebihan itu, SSJ100 tak serta-merta laku keras. Berbagai masalah teknis muncul, mulai dari rusaknya detektor, kebocoran pemasok udara kabin, hingga masalah roda pendarat.

Citra pesawat buatan Rusia yang sering jatuh beberapa tahun belakangan ini juga menjadi kendala pemasaran SSJ100. Itu sebabnya, Sukhoi berusaha semaksimal mungkin mempromosikan pesawat itu ke negara-negara calon pembeli potensial. Dalam rangka tur promosi itulah, SSJ100 mampir di Indonesia pekan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa aceh kembali pada tanggal 11 april 2012

Dlu pernah ada kejadian gempa di aceh pada tahun 2004 di iringi dengan tsunami , tetapi gempa tersebut sekarang muncul kembali di wilayah aceh dan sekitarnya, Gempa saat ini tidak di iringi dengan tsunami.Gempa tersebut berkekuatan sekitar 8,9 skala richter dan melanda wilayah aceh, sumatera utara, bengkulu, lampung dan sumbar pada hari rabu tanggal 11 april 2012 sekitar pukul 15:38 WIB. Berdasarkan data BMKG, wilayah bencana terletak di sekitar pulau simelue (aceh) dengan kedalaman sekitar 10 KM. Para pemerintah meminta supaya masyarakat lebih hati-hati, karena kemungkinan besar akan terjadi tsunami kembali seperti pada tahun 2004.

Inilah Daftar Pemilik Saham Facebook

Facebook kini berstatus perusahaan publik, karena baru saja memperdagangkan sahamnya di bursa saham Nasdaq pada Jumat (18/5/2012) waktu setempat. Situs jejaring sosial terbesar ini telah menjual 421.200.000 saham dalam penawaran perdana kepada publik (IPO) dengan harga 38 dollar AS per lembar saham. Dengan ini, maka Facebook menggalang dana IPO sebesar 16 miliar dollar AS. Angka sebesar itu membawa Facebook sebagai perusahaan internet dengan nilai IPO tertinggi di AS, bahkan jauh mengalahkan Google ketika perusahaan mesin pencari itu IPO. Berikut ini adalah nama dan perusahaan yang memiliki saham Facebook, yang dikutip dari Reuters . Persentase kepemilikan saham dapat berubah, karena ada banyak pihak yang mengincar saham Facebook. Karyawan dan mantan karyawan Facebook: 32,4% Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg: 28,4% Jim Breyer dan perusahaan pemodal ventura Accel Partners: 11,4% Pendiri Facebook Dustin Moskovitz: 7,5% Perusahaan Digital Sky Technologies: 7% Perusah...

Cara Mengatasi Rasa Pegal, Linu dan Nyeri di Badan

Penyebab timbulnya pegal, linu dan nyeri dibagian kaki, tangan, pinggang, kepala, dan lainnya, bisa disebabkan oleh beberapa hal. Biasanya kondisi itu ada dikarenakan kurangnya relaksasi pada otot. Dampaknya pada tubuhpun bisa lebih parah. seperti tidak nafsu makan, tubuh tidak bergairah melakukan aktivitas apapun, atau terserang penyakit lain yang lebih parah. Oleh karenanya, jangan pernah anggap masalah ini sepele dan segeralah atasi. Berikut ini penyebab rasa pegal, linu dan nyeri di badan saat beraktivitas dan cara mengatasinya : 1. Terlalu lama duduk Biasanya saat kita sedang dalam perjalanan panjang atau berada didepan komputer dalam waktu yang lama, kaki dan pinggang akan mudah terasa pegal dan nyeri. Ini dikarenakan pinggul harus menahan tubuh bagian atas dan kaki berada dalam posisi sama terlalu lama. Usahakan mengubah posisi duduk anda dengan menyandarkan tubuh, meluruskan kaki, atau sesekali berdiri dan berjalan untuk mengambil sesuatu. 2. Kurang tidur atau ti...