Langsung ke konten utama

Kegilaan 125 Detik...

Jangan percaya jika dikatakan sepak bola berlangsung 2 x 45 menit, seperti dilontarkan para pelatih atau tercantum dalam ”Laws of the Game” —kitab suci sepak bola. Dari berbagai drama di lapangan hijau, kita percaya, sepak bola lebih dari 90 menit. Dan di luar waktu 90 menit itu, Manchester City menjuarai Liga Inggris 2011/2012.

”Harry (Redknapp) memberi tahu saya, (Manchester) United juara dan kemudian saya masuk ruang ganti dan orang lain memberi tahu saya, (Manchester) City juara,” ujar Martin Jol, Pelatih Fulham, soal berubahnya informasi hasil laga terakhir dan juara Liga Inggris, Minggu (13/5), hanya dalam hitungan menit. Hari itu, Fulham dijamu Tottenham Hotspur, yang dilatih Redknapp.

Sulit dipercaya, tetapi nyata. Dalam rentang 125 detik, seperti berpacu melawan kematian, para pemain City merebut trofi Liga Inggris pertama dalam 44 tahun melalui dua gol Edin Dzeko dan Sergio Aguero, di luar waktu 90 menit laga melawan Queens Park Rangers (QPR) di Stadion Emirates, hari itu.

Gol sundulan Dzeko tercipta saat papan pencatat waktu menunjukkan 91:15 (menit ke-91, detik ke-15). Versi lain menyebutkan, gol striker Bosnia-Herzegovina itu hadir pada menit 91:14. Pada momentum ini, trofi masih dalam pelukan pemain MU yang menang 1-0 di kandang Sunderland.

Waktu terus berjalan, mendekati detik terakhir dari lima menit waktu tambahan yang diberikan wasit Mike Dean. Lalu, pada menit 93:20, tendangan Aguero menjebol gawang QPR, mengubah skor dari 2-2 menjadi 3-2 untuk kemenangan City. Skor yang dalam hitungan 125 atau 126 detik mengubah pemilik trofi, dari MU ke City.

”Ini akhir yang gila dalam musim yang gila,” kata Roberto Mancini, Pelatih City. ”Dalam lima menit terakhir, saya tidak berpikir, kami bakal mampu memenangi laga ini.” Yang dimaksud Mancini, lima menit di luar waktu 90 menit.

Ada yang menyebut injury time, merujuk penggantian waktu yang hilang saat pemain cedera dirawat atau ditandu ke luar lapangan. Namun, mengingat hilangnya waktu bukan hanya karena kasus cedera, melainkan juga bisa karena pergantian pemain, sikap pemain mengulur- ulur waktu, ada yang menyebutnya stoppage time atau added time. Apa pun istilahnya, lama waktu tambahan itu diskresi wasit.

”Fergie time”


Dua gol Dzeko dan Aguero itu mengingatkan pada dua gol serupa oleh dua pemain pengganti Teddy Sheringham (menit ke-91) dan Ole Gunnar Solskjaer (menit ke-93) saat MU memukul Bayern Muenchen 2-1 pada final Liga Champions 1999 di Nou Camp. Dua gol dramatis yang membawa MU juara Eropa untuk kali kedua setelah 1968, tahun yang sama saat City juara Liga Inggris kedua kali.

Football, bloody hell,” begitu ucapan terkenal Ferguson saat itu. Hak cipta peristiwa drama dua gol menit-menit waktu tambahan itu seolah milik Ferguson hingga muncul istilah ”Fergie time”.

Kini, hak cipta atas peristiwa seperti itu bukan saja milik Ferguson. Mancini dan pemain asuhannya di City juga berhak atas klaim serupa. Meski beda panggung, gol Dzeko dan Aguero tak kalah dramatis dengan gol Sheringham dan Solskjaer, bahkan mungkin bisa lebih memiliki daya kejut andai itu menandai awal era baru di Manchester.

Bukan hal baru City

Tanpa mengecilkan sisi dramatisnya, jika melihat rekam jejak penampilan City musim ini, gol menit tambahan Dzeko dan Aguero seperti itu bukan hal baru bagi City. Plus dua gol itu, City mencetak 10 gol menit tambahan, termasuk pada laga krusial lawan Tottenham (City menang 3-2) dan Sunderland (seri 3-3).

Pengalaman itulah yang membuat kapten City, Vincent Kompany, tak pernah kehilangan kepercayaan bahwa timnya bakal menang saat tertinggal 1-2. ”Kami telah mengalami sebelumnya musim ini dan saya tak pernah berhenti untuk percaya (bakal menang),” katanya.

”Tidak pernah sama sekali. Dan ketika Edin mencetak gol, hal itu mengingatkan saya pada beberapa momentum musim ini saat melawan Tottenham kami mencetak gol pada menit terakhir dan saat melawan Sunderland kami membalas setelah tertinggal dua gol,” kata Kompany.

Apa rahasia di balik kegilaan-kegilaan gol-gol menit waktu tambahan itu? Pablo Zabaleta, bek Argentina pencetak gol pembuka, City coba merumuskannya. ”Hal terpenting bagi tim mana pun adalah saat Anda percaya. Jika Anda percaya pada diri sendiri, Anda bakal menang. Kami percaya hingga menit terakhir.”

City telah membuktikan, rasa percaya diri punya daya magis. Percayalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa aceh kembali pada tanggal 11 april 2012

Dlu pernah ada kejadian gempa di aceh pada tahun 2004 di iringi dengan tsunami , tetapi gempa tersebut sekarang muncul kembali di wilayah aceh dan sekitarnya, Gempa saat ini tidak di iringi dengan tsunami.Gempa tersebut berkekuatan sekitar 8,9 skala richter dan melanda wilayah aceh, sumatera utara, bengkulu, lampung dan sumbar pada hari rabu tanggal 11 april 2012 sekitar pukul 15:38 WIB. Berdasarkan data BMKG, wilayah bencana terletak di sekitar pulau simelue (aceh) dengan kedalaman sekitar 10 KM. Para pemerintah meminta supaya masyarakat lebih hati-hati, karena kemungkinan besar akan terjadi tsunami kembali seperti pada tahun 2004.

Inilah Daftar Pemilik Saham Facebook

Facebook kini berstatus perusahaan publik, karena baru saja memperdagangkan sahamnya di bursa saham Nasdaq pada Jumat (18/5/2012) waktu setempat. Situs jejaring sosial terbesar ini telah menjual 421.200.000 saham dalam penawaran perdana kepada publik (IPO) dengan harga 38 dollar AS per lembar saham. Dengan ini, maka Facebook menggalang dana IPO sebesar 16 miliar dollar AS. Angka sebesar itu membawa Facebook sebagai perusahaan internet dengan nilai IPO tertinggi di AS, bahkan jauh mengalahkan Google ketika perusahaan mesin pencari itu IPO. Berikut ini adalah nama dan perusahaan yang memiliki saham Facebook, yang dikutip dari Reuters . Persentase kepemilikan saham dapat berubah, karena ada banyak pihak yang mengincar saham Facebook. Karyawan dan mantan karyawan Facebook: 32,4% Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg: 28,4% Jim Breyer dan perusahaan pemodal ventura Accel Partners: 11,4% Pendiri Facebook Dustin Moskovitz: 7,5% Perusahaan Digital Sky Technologies: 7% Perusah...

Cara Mengatasi Rasa Pegal, Linu dan Nyeri di Badan

Penyebab timbulnya pegal, linu dan nyeri dibagian kaki, tangan, pinggang, kepala, dan lainnya, bisa disebabkan oleh beberapa hal. Biasanya kondisi itu ada dikarenakan kurangnya relaksasi pada otot. Dampaknya pada tubuhpun bisa lebih parah. seperti tidak nafsu makan, tubuh tidak bergairah melakukan aktivitas apapun, atau terserang penyakit lain yang lebih parah. Oleh karenanya, jangan pernah anggap masalah ini sepele dan segeralah atasi. Berikut ini penyebab rasa pegal, linu dan nyeri di badan saat beraktivitas dan cara mengatasinya : 1. Terlalu lama duduk Biasanya saat kita sedang dalam perjalanan panjang atau berada didepan komputer dalam waktu yang lama, kaki dan pinggang akan mudah terasa pegal dan nyeri. Ini dikarenakan pinggul harus menahan tubuh bagian atas dan kaki berada dalam posisi sama terlalu lama. Usahakan mengubah posisi duduk anda dengan menyandarkan tubuh, meluruskan kaki, atau sesekali berdiri dan berjalan untuk mengambil sesuatu. 2. Kurang tidur atau ti...